Di tengah maraknya kemudahan memanipulasi karya lewat teknologi masa kini, mahasiswa Program Studi (Prodi) Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) justru mengambil sikap berbeda. Melalui acara DISKOMVISION 2026 yang sekaligus merayakan hari jadi ke-18 Prodi DKV, berhasil memamerkan 65 karya seni desain visual orisinal yang kaya akan makna edukasi. Pameran ini diselenggarakan secara meriah selama tiga hari (22-24/05/2026) di Graha Sinode, Salatiga.
Pameran yang terbuka untuk umum ini mengusung tema besar “Selaras”, sebuah representasi dari the harmony of creative industry and technology. Prodi DKV Fakultas Teknologi Informasi (FTI) ini secara tajam menyoroti pentingnya keselarasan pemakaian teknologi secara beretika yang akan terus digunakan oleh mahasiswa kelak, mulai dari masa perkuliahan hingga menembus dunia kerja industri kreatif.
Ketua Panitia sekaligus Dosen Prodi DKV, Peni Pratiwi, S.Sn., M.Sn., menjelaskan bahwa pameran ini tidak sekadar menjadi ajang unjuk karya semata, melainkan sebuah sarana edukasi literasi digital.
“Harapannya mereka bisa memakai teknologi yang saat ini ada untuk mengembangkan potensi di industri kreatifnya, supaya menjadi lebih kreatif tetapi tidak mempergunakan teknologi tersebut untuk kayak memanipulasi karya atau bikin fake,” tegasnya.
Untuk memanjakan mata para pengunjung, rangkaian acara yang disuguhkan dalam pameran ini sangat bervariasi. Kegiatan tersebut meliputi live mural, lomba lukis tote bag tingkat SMA dan SMP, performance art, screening film, hingga penampilan band dan dance. Tidak hanya itu, panitia juga menghadirkan sesi workshop kriya ramah lingkungan, di antaranya pembuatan gantungan kunci dari limbah botol plastik dan perhiasan dari ban dalam.

Melihat antusiasme tinggi dari masyarakat maupun peserta, Peni Pratiwi, S.Sn., M.Sn., berharap acara DISKOMVISION 2026 ke-18 DKV FTI UKSW mampu menjadi langkah awal bagi para mahasiswa dan lulusan untuk meraih karier impian mereka di industri kreatif.
Kemeriahan pameran ini ternyata membawa dampak signifikan bagi karier alumni Prodi DKV. Salsha Alfitri Noviana, salah satu alumni DKV yang turut berpartisipasi dengan menghadirkan stan merchandise kreatifnya, mengungkapkan bahwa kegiatan ini menjadi jembatan strategis untuk berjejaring. .
“Dampak pameran ini sangat terasa bagi saya, terutama dalam memperluas relasi. Saya bisa saling mengenal dan menjalin kolaborasi dengan teman-teman seniman lainnya, yang akhirnya melahirkan inisiatif kami untuk merintis stan merchandise ini,” ungkap Salsa.
Sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), Pameran Ke-18 DKV FTI UKSW turut mendukung SDGs ke-4 yaitu pendidikan berkualitas , sdgs ke-8 yaitu pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi , dan SDGs ke-9 yaitu industri, inovasi dan infrastruktur. Selain itu, kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen UKSW yang selaras dengan asta cita ke-3 yaitu penciptaan lapangan kerja berkualitas dan pengembangan kewirausahaan.
Sebagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) terakreditasi Unggul, UKSW telah berdiri sejak 1956 dengan 15 fakultas dan 65 program studi di jenjang D3 hingga S3, dengan 36 Prodi Unggul dan A. Terletak di Salatiga, UKSW dikenal dengan julukan Kampus Indonesia Mini, mencerminkan keragaman mahasiswanya yang berasal dari berbagai daerah. Selain itu, UKSW juga dikenal sebagai “Creative Minority” yang berperan sebagai agen perubahan dan inspirasi bagi masyarakat. Salam Satu Hati UKSW! (Ant_TimKomblik/foto:Ant)